BANGKINANG — Dalam upaya mengasah jiwa kepemimpinan serta memperluas wawasan kebangsaan generasi muda, Aqis Bilqisthi, santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh asal Desa Lubuk Agung, Kecamatan XIII Koto Kampar, melaksanakan pertemuan silaturahmi sekaligus dialog interaktif dengan Wakil Bupati Kampar di Kantor Bupati Kampar, Bangkinang.
Pertemuan ini bertujuan untuk menggali potensi kepemimpinan pemuda daerah melalui diskusi mendalam terkait peran santri dalam pembangunan daerah serta pentingnya pendidikan karakter sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Aqis Bilqisthi menyampaikan pandangannya mengenai tantangan serta peluang generasi muda Kampar di era digital. Sebagai santri yang menimba ilmu di ICBS Payakumbuh, ia berkomitmen untuk membawa nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan kepemimpinan yang didapat di pesantren untuk berkontribusi nyata bagi tanah kelahirannya, Desa Lubuk Agung.
"Sebagai putra daerah, saya menyadari pentingnya menimba ilmu tidak hanya dari dalam kelas, tetapi juga langsung dari para pemimpin dan tokoh daerah. Banyak pelajaran kepemimpinan, integritas, serta strategi membangun daerah yang saya dapatkan dari diskusi bersama Wakil Bupati hari ini," ujar Aqis.
Wakil Bupati Kampar menyambut hangat kehadiran Aqis Bilqisthi. Beliau menyampaikan rasa bangga atas inisiatif, wawasan, serta semangat belajar yang ditunjukkan oleh santri muda asal Lubuk Agung tersebut. Menurutnya, pemuda berpikiran maju dan berkarakter kuat seperti Aqis adalah aset berharga bagi masa depan Kabupaten Kampar.
"Pemerintah Daerah sangat mendukung langkah anak-anak muda kita yang aktif belajar, kritis, dan berani mengambil peran dalam mengasah potensi diri. Santri masa kini tidak hanya handal dalam ilmu agama, tetapi juga harus siap menjadi calon-calon pemimpin bangsa di masa depan," tegas Wakil Bupati.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi anak-anak muda dan santri lainnya di Kabupaten Kampar, khususnya di Desa Lubuk Agung, untuk terus mengembangkan potensi diri, berprestasi, dan berani berdialog serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Melalui kegiatan ini, Aqis Bilqisthi membuktikan bahwa keterbatasan wilayah tidak menjadi penghalang bagi pemuda daerah untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.